Halaman

Rabu, 25 September 2013

Dia Di Mimpiku

Ditengah emosiku yang meluap luap beberapa minggu belakangan karena faktor situasi yang menghimpitku dengan sangat kuat Allah menenangkanku melalui mimpi

Seperti sebuah cerita baru tentang cinta yang telah lama usang dan aku merasa tidak pantas dan aku tidak bisa membuatkan/menceritakan mimpi itu melalu puisi yang sebagaimana biasa aku membuatnya untuk menggambarkan isi hati

Aku merasa berada di malang sedang liburan dengan kawan kawan, entah kawan kawan dalam hal ini siapa aku sendiri kurang tahu, aku berada di . . . mungkin bisa di bilang seperti villa, mungkin saja. Posisi saat itu aku berada di teras lantai dua Dengan membuka laptop seraya melihat ke lapangan yang ada di bawah, saat itu aku melihat ada dia sedang bermain main dengan rekan rekannya yang lain, satahuku dia bukan dalam kelompok liburanku, ada yang aneh, dia tak memakai kerudung !, sesekali aku melihat dia agak kaget, kenapa dia ada di sini ? apa ini kebetulan dia juga liburan disini ?


entah tak lama berselang singkat cerita dia berada di sampingku dan mengobrol denganku, anehnya di laptopku ada segerombolan foto dalam 1 folder berisi beberapa foto dia tapi tak pernah kulihat sebelumnya, ada juga foto tentang teman temanku sekolah smk ku dulu tapi aku merasa tidak jelas, dia bilang padaku dengan nada sedikit agak keras “itu fotonya mas ***”, kemudian aku men klik foto tersebut supaya terlihat besar dan kemudian aku bilang kepadanya “oh iya *** sekarang dadi guru”, setelah terlihat fotonya terasa aneh, ini bukan foto temanku tapi aku merasa di folder itu ada banyak foto foto temanku dulu, yang lebih membuatku kaget adalah nada bicaranya yang agak kasar padahal aku tahu sendiri bagaimana nada dia berbicara yang begitu baik dan halus meskipun aku dan dia hanya bertemu tak lebih dari 6 bulan dulu waktu sekolah.

selanjutnya aku sedikit lupa apa yang terjadi tapi yang jelas aku dan dia masih beberapa kali terlibat perbincangan ringan, yang membuatku sedikit bingung adalah kenapa dia hadir di mimpiku dengan “wujud” yang berbeda, padahal yang kutahu dia yang sekarangpun jauh lebih baik dari yang dulu kukenal, terbang tinggi dan sangat tinggi, terlihat sangat hebat karena perjuangannya yang tanpa henti bahkan aku merasa tak kan bisa menyamainya dan tak lagi mengingatnya, kami berbeda meski dari jalan yang sama, kita jauh berbeda, tak lama kuterbangun dari mimpi itu meninggalkannya dan menyambut suara adzan shubuh.

Tapi apapun itu aku sangat senang bisa bertemu dia kembali meskipun hanya di dalam mimpi, setelah mimpi itu selesai dan menyambut pagi datang aku merasa sangat tenang dan damai, semua konflik di pikiran serasa sangat ringan dan aku berkata dalam diriku “Aku Siap Untuk Hari Ini !”

Terima Kasih . . . Allah

25/09/2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar