Ditengah emosiku yang meluap luap
beberapa minggu belakangan karena faktor situasi yang menghimpitku dengan
sangat kuat Allah menenangkanku melalui mimpi
Seperti sebuah cerita baru
tentang cinta yang telah lama usang dan aku merasa tidak pantas dan aku tidak
bisa membuatkan/menceritakan mimpi itu melalu puisi yang sebagaimana biasa aku
membuatnya untuk menggambarkan isi hati
Aku merasa berada di malang
sedang liburan dengan kawan kawan, entah kawan kawan dalam hal ini siapa aku
sendiri kurang tahu, aku berada di . . . mungkin bisa di bilang seperti villa,
mungkin saja. Posisi saat itu aku berada di teras lantai dua Dengan membuka
laptop seraya melihat ke lapangan yang ada di bawah, saat itu aku melihat ada
dia sedang bermain main dengan rekan rekannya yang lain, satahuku dia bukan
dalam kelompok liburanku, ada yang aneh, dia tak memakai kerudung !, sesekali
aku melihat dia agak kaget, kenapa dia ada di sini ? apa ini kebetulan dia juga
liburan disini ?
entah tak lama berselang singkat
cerita dia berada di sampingku dan mengobrol denganku, anehnya di laptopku ada
segerombolan foto dalam 1 folder berisi beberapa foto dia tapi tak pernah
kulihat sebelumnya, ada juga foto tentang teman temanku sekolah smk ku dulu
tapi aku merasa tidak jelas, dia bilang padaku dengan nada sedikit agak keras “itu
fotonya mas ***”, kemudian aku men klik foto tersebut supaya terlihat besar dan
kemudian aku bilang kepadanya “oh iya *** sekarang dadi guru”, setelah terlihat
fotonya terasa aneh, ini bukan foto temanku tapi aku merasa di folder itu ada
banyak foto foto temanku dulu, yang lebih membuatku kaget adalah nada bicaranya
yang agak kasar padahal aku tahu sendiri bagaimana nada dia berbicara yang
begitu baik dan halus meskipun aku dan dia hanya bertemu tak lebih dari 6 bulan
dulu waktu sekolah.
selanjutnya aku sedikit lupa apa
yang terjadi tapi yang jelas aku dan dia masih beberapa kali terlibat perbincangan
ringan, yang membuatku sedikit bingung adalah kenapa dia hadir di mimpiku
dengan “wujud” yang berbeda, padahal yang kutahu dia yang sekarangpun jauh
lebih baik dari yang dulu kukenal, terbang tinggi dan sangat tinggi, terlihat
sangat hebat karena perjuangannya yang tanpa henti bahkan aku merasa tak kan
bisa menyamainya dan tak lagi mengingatnya, kami berbeda meski dari jalan yang
sama, kita jauh berbeda, tak lama kuterbangun dari mimpi itu meninggalkannya
dan menyambut suara adzan shubuh.
Tapi apapun itu aku sangat senang
bisa bertemu dia kembali meskipun hanya di dalam mimpi, setelah mimpi itu
selesai dan menyambut pagi datang aku merasa sangat tenang dan damai, semua
konflik di pikiran serasa sangat ringan dan aku berkata dalam diriku “Aku Siap
Untuk Hari Ini !”
Terima Kasih . . . Allah
25/09/2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar